Tanggul pemecah ombak (breakwater) atau pengaman pantai di Pulau Merbau, Kepulauan Meranti, Riau tidak hanya di bangun di Pulau Merbau, tetapi akan dibangun juga di Kecamatan Rangsang Pesisir.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun pengaman pantai atau tanggul pemecah ombak (breakwater) pulau-pulau kecil untuk melindungi garis pantai terluar dari abrasi.
Seperti dikutip dalam situs LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, paket pekerjaan dibawah pengawasan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS Indragiri-Akuaman, WS Kampar, WS Rokan, WS Siak Provinsi Riau itu berada di wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdampak abrasi sangat parah karena keganasan ombak Selat Melaka.
Tidak tanggung-tanggung, tahun ini Kepulauan Meranti mendapatkan dua Mega proyek sekaligus. Hal itu juga tidak terlepas dari hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kepulauan Meranti yang meminta perhatian kepada pemerintah pusat untuk menanggulangi wilayah yang terdampak abrasi.
Proses pembangunan tanggul untuk mengurangi dampak abrasi itu telah dimulai tender. Pekerjaan yang akan dilakukan pada tahun 2021 ini berlokasi di Pulau Merbau tepatnya di Desa Centai dimana kontraktor pemenangnya adalah PT Alex Putra Sakti. Dengan menggunakan anggaran APBN tahun 2021 proyek itu nilai pagunya Rp15.000.000.000,00 dan harga penawaran Rp10.755.590.450,00.
Selanjutnya proyek pembangunan pengaman pantai di Kecamatan Rangsang Pesisir, tepatnya di Desa Tanah Merah dengan pagu anggaran yang sama yakni Rp15 miliar dengan harga penawaran Rp10.798.835.899,11. Kontraktor pemenangnya yang juga telah ditetapkan yakni PT Fatara Julindo Putera.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ardiansyah merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya proyek pemerintah yang ‘menyelamatkan’ pulau di Kepulauan Meranti dari ganasnya hempasan ombak Selat Melaka. Dikatakan, daerah termuda di Provinsi Riau itu kondisinya sudah sangat parah dilanda abrasi, untuk itu sangat perlu dilakukan tindakan serius.
Di satu sisi, dengan dilakukannya koordinasi yang intensif bersama pemerintah pusat pembangunan proyek pengaman pantai yang akan segera dikerjakan merupakan bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan dalam upaya penanggulangan abrasi.
“Beberapa pulau di Kepulauan Meranti berpotensi abrasi karena terus saja dihantam ombak laut dari Selat Melaka. Untuk itu saya berupaya agar program penanggulangan abrasi harus segera dilaksanakan. Dikarenakan biaya pembangunannya sangat besar, kita meminta kepada pemerintah pusat melalui BWS Riau agar Kepulauan Meranti diperhatikan dengan serius,” kata Ardiansyah, Minggu (31/1/2021).
Dikatakan Jack sapaan akrabnya, dengan dilakukan koordinasi yang cukup menguras waktu dan tenaga, akhirnya Kepulauan Meranti bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Dikatakannya lagi, sebelumnya DPRD terus mendesak pemerintah pusat untuk memperhatikan terluar yang ada di Kepulauan Meranti, karena hal itu berkaitan dengan kedaulatan NKRI.
“Kita mendesak pemerintah pusat untuk memperhatikan Pulau Rangsang sebagai tapal batas negara. Jangan sampai berkurangnya wilayah daratan di wilayah perbatasan. Kita mengusulkan dua titik untuk tahap pertama dan keduanya disetujui, ini kita juga sudah sangat bersyukur sekali,” ungkapnya.
QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah
Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.