Sistem Manajemen Mutu Otomotif Berbasis IATF 16949:2016


Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan Dunia Otomotif, hampir kebanyakan kita sehari hari berhubungan langsung dengan dunia otomotif ini, tetapi tidak banyak orang yang mengetahui, mendalami, menguasai dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu Otomotif. Apa itu Sistem Manajemen Mutu Otomotif ? Apa Itu IATF 16949:2016 ?

Bicara Sistem Manajemen orang tentu selalu kaitkan dengan ISO, ISO  adalah Organisasi Internasional untuk Standardisasi (bahasa Inggris: International Organization for Standardization),  atau disingkat ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Dikarenakan singkatan dari masing-masing bahasa berbeda (IOS dalam bahasa Inggris dan OIN dalam bahasa Prancis) maka para pendirinya menggunakan singkatan ISO, (diambil dari bahasa Yunani: isos) yang berarti sama (equal).

Salah satu Standar tentang Sistem Manajemen yang dikeluarkan ISO adalah ISO 9001:2015, yakni sistem manajemen mutu. Standar ini berlaku umum untuk seluruh sektor industri, seluruh organisasi baik kecil, menengah maupun besar. Sedangkan IATF 16949:2016 merupakan Sistem Manajemen Mutu yang khusus digunakan untuk industri Otomotif yang dikeluarkan oleh IATF.

IATF ialah International Automotive Task Force, adalah sebuah grup produsen otomotif “ad hoc” dan asosiasi perdagangannya, yang dibentuk untuk menyediakan produk dengan kualitas yang lebih baik kepada pelanggan otomotif di seluruh dunia. Secara khusus, tujuan IATF didirikan adalah:

  1. Untuk mengembangkan konsensus tentang persyaratan sistem kualitas fundamental internasional, terutama untuk pemasok langsung perusahaan yang berpartisipasi untuk bahan produksi, suku cadang produk atau layanan atau layanan finishing (misalnya perlakuan panas, pengecatan dan pelapisan). Persyaratan ini juga akan tersedia untuk pihak lain yang berkepentingan di industri otomotif.
  2. Untuk mengembangkan kebijakan dan prosedur skema pendaftaran pihak ketiga IATF yang umum untuk memastikan konsistensi di seluruh dunia.
  3. Untuk memberikan pelatihan yang sesuai untuk mendukung persyaratan IATF 16949 dan skema pendaftaran IATF.
  4. Untuk membangun hubungan formal dengan badan yang sesuai untuk mendukung tujuan IATF.

Anggota IATF adalah para produsen kendaraan seperti BMW Group, Daimler AG, FCA, Ford Motor Company, General Motors, Jaguar Land Rover (JLR) Limited, Groupe PSA, Groupe Renault, Volkswagen AG dan asosiasi perdagangan seperti AIAG (AS ), ANFIA (Italia), FIEV (Prancis), SMMT (Inggris) dan VDA (Jerman).

Standar ini sudah mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada tahun 1994 ada banyak persyaratan di sektor otomotif di masing masing negara, di Perancis misalnya mempunyai persyaratan EAQF, di Italy dikenal AVSQ, di Jerman dikenal VDA6 (Verban der automobiliindustrie), sebuah asosiasi industri otomotif di Jerman, di Amerika dikenal dengan AIAG (Automotive Industry Action Group), sebuah asosiasi non profit untuk perbaikan industri otomotif di Amerika Utara yang berdiri tahun 1982 dan berbasis di Southfield, Michigan.

Baru kemudian di Tahun 1999, lahirlah ISO/TS 16949:1999 edisi pertama yang menggunakan ISO 9001:1994 sebagai basisnya, lalu diperbaiki lagi di tahun 2002, dimana ISO/TS 16949:2002 berbasis ISO 9001:2000 dan berikutnya ditahun 2009,  ISO/TS 16949:2009 berbasis ISO 9001:2008.

Setelah 3 periode berturut turut ISO/TS 16949 memasukkan persyaratan ISO 9001 kedalam standardnya, baru di Tahun 2016, Sistem Manajemen mutu otomotif tidak lagi menggunakan ISO/TS namun menggunakan singkatan IATF 16949:2016, dimana standar ISO 9001:2015 tetap dipergunakan, tetapi tidak dimasukkan dalam standar IATF 16949:2016, 2 standar ini dipergunakan semua namun stand alone.

Berbeda dengan ISO/TS 16949 dan beberapa standar khusus beberapa industri lain,  IATF 16949 tidak berisi teks ISO 9001:2015

Dokumen hanya berisi persyaratan tambahan khusus otomotif, bagaimanapun organisasi diminta untuk memenuhi persyaratan ISO 9001:2015.

IATF 16949 mengklarifikasi bahwa ini adalah tambahan untuk digunakan bersamaan dengan ISO 9001:2015.

Hal ini menjamin semua persyaratan IATF 16949 sejalan dengan ISO 9001:2015 Struktur tingkat tinggi.

Sejak diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober 2016 dan efektif 1 Januari 2017. Interpretasi Standard IATF (Sanctioned Intepretation-SI) terus berkembang dan dinamis. SI mengubah interpretasi suatu aturan atau persyaratan yang kemudian menjadi dasar untuk ketidaksesuaian. Hal ini selalu dimutakhirkan melalui websitenya https://www.iatfglobaloversight.org.

3 Hal yang ingin dicapai organisasi yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu Otomotif Berbasis IATF 16949:2016 ini adalah untuk melakukan perbaikan berkesinambungan, mengedepankan pencegahan cacat produk & layanan, dan mempromosikan pengurangan variasi dan pemborosan dalam rantai suplai otomotif.

Untuk perusahaan yang sudah menerapkan ISO/TS 16949:2009, agar bisa disertifikasi / diregister di IATF 16949:2016 ini, maka harus menambahkan perubahan dalam ISO 9001:2015 dan 13 klausul baru,  menyempurnakan 83 persyaratan yang diubah dan 8 klausul yang carry over (tetap dipakai tanpa perubahan).

Untuk perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001:2015, agar dapat disertifikasi / diregister di IATF 16949:2016 ini, maka harus menambahkan Customer Specific Requirement (CSR) dan 104 klausul baru IATF 16949.

Tidak semua industri bisa diakui dan disertifikasi IATF 16949:2016, karena ada RULE dari IATF sendiri dimana, Organisasi harus memenuhi persyaratan Eligilibilitas diantaranya  “Lokasi” harus dipahami sebagai lokasi di mana proses manufaktur bernilai tambah terjadi. Sebuah plant juga dapat mencakup lebih dari satu alamat. Plants yang hanya membuat produk yang tidak terkait dengan otomotif tidak memenuhi syarat untuk sertifikasi IATF 16949.

Klien yang melakukan aktivitas bernilai tambah di tempat pelanggan mereka dapat dianggap sebagai lokasi dukungan jarak jauh dari sebuah plant tetapi tidak memenuhi syarat untuk sertifikasi yang berdiri sendiri. Fungsi tersebut akan diidentifikasi sebagai “layanan” pada sertifikat IATF. “Suku cadang aksesori” harus dipahami sebagai suku cadang tambahan yang diproduksi dengan spesifikasi OEM yang diperoleh atau dilepaskan oleh OEM dan secara mekanis dipasang atau terhubung secara elektrik ke kendaraan sebelum atau setelah pengiriman ke pelanggan akhir.

Hanya lokasi manufaktur di mana produksi, suku cadang servis, dan / atau suku cadang aksesori yang harus dipasang secara mekanis atau secara elektrik terhubung ke kendaraan diproduksi dan dipasok ke pelanggan otomotif yang memenuhi syarat untuk sertifikasi IATF 16949 .

Atas permintaan klien untuk badan sertifikasi, klien dapat mengecualikan plant yang memenuhi persyaratan kelayakan untuk IATF 16949 dan yang memasok suku cadang produksi yang ditentukan pelanggan kepada pelanggan otomotif yang tidak memerlukan sertifikasi pihak ketiga untuk IATF 16949.

Contoh perusahaan yang tidak dapat diberikan pengakuan IATF 16949:2016 adalah perusahaan yang memproduksi part otomotif untuk pasar after market. Jika Perusahaan telah memproduksi part otomotif untuk OEM (Original Equipment Manufacturer), namun belum mempunyai laporan kinerja selama sekurang kurangnya 12 bulan, maka belum juga bisa mendapatkan pengakuan IATF 16949:2016.

Jika perusahaan tersebut melakukan implementasi dan sertifikasi, maka berlaku hanya LOC (Letter of Conformance) dimana belum diperbolehkan mencantumkan Logo IATF dan ketentuan ketentuan lain yang ditetapkan oleh IATF dalam Rules-nya.

Sumber : Kompasiana

QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.