Komitmen Seorang Auditor


Dalam dunia bidang usaha keuntungan ataupun keuntungan adalah prioritas penting yang ingin digapai. Perusahan senantiasa memaksimalkan seluruh usahanya dalam menggapai keuntungan. Membuat strategi upaya cocok tren pasar yang sedang disukai. Hal ini harus untuk seseorang pengusaha dalam melihat kondisi disaat ini. Kondisi ini bukan tanpa dasar tetapi wajib senantiasa dibarengi oleh kemampuan seseorang akuntan dalam mengelola laporan keuangan perusahaan.

Setiap transaksi wajib memantulkan kondisi sesungguhnya untuk mendukung keahlian perusahaan dimasa akan datang. Keandalan seseorang akuntan dalam menyusun laporan finansial inilah kunci dari pendapatan keuntungan atau menciptakan profit. Seluruh kegiatan perusahan sangat berpengaruh kepada laporan keuangan sebuah perusahaan. Perihal ini wajib dibantu penuh oleh isyarat etik seseorang akuntan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Meminimalisir salah hidangan dalam menyusun laporan keuangan atau aktivitas korupsi yang menjadi budaya dari setiap perusahaan.

Banyaknya masalah yang timbul dari setiap perusahaan adalah aktivitas akuntan kreatif dalam mengelola laporan keuangan sebuah perusahaan, banyak faktor yang mempengaruhi atas kegiatan tersebut. Hal ini harus diantisipasi dengan pembentukan sebuah auditor internal perusahaan. Pembentukan ini bertujuan jelas yaitu mencapai profit yang besar bagi perusahaan secara terus menerus dan mengembangkan perusahaan menjadi lebih luas.

Seorang auditor internal berfungsi mengendalikan hal-hal yang tidak relevan untuk dilakukan dalam perusahaan. Dengan kata lain seorang auditor memberikan gambaran jelas mengenai keadaan perusahaan untuk masa yang akan datang.


Peran seorang auditor tidaklah mudah, keandalan dan pemahaman luas yang harus dimiliki terlebih harus bersikap independen dan memagang teguh kode etik sebagai auditor. Komitmen ini yang pada akhirnya menjadi sebuah tugas mulia bagai seorang auditor terlepas dari profesi tersebut diberikan upah.

Auditor bukan seorang dewa yang semua ucapannya benar, seorang auditor hanya melihat keadaan perusahaan berdasarkan laporan keuangan perusahaan itu sendiri. Perusahaan harus mampu menjalankan usahanya dalam garis kode etik usaha. Keadaan ini bermanfaat untuk mencari minat terhadap investor dan menjadikan perusahaan yang tata kelolanya baik.

Semakin besar usaha semakin besar peluang kecurangan bisa terjadi di dalam sebuah perusahaan, pengaturan setiap kegiatan harus dibakukan oleh sebuah SOP (Standard Operating Procedure). Jika semua kegiatan dilakukan sesuai SOP mungkin akan sedikit persentase kecurangan yang dilakukan dalam sebuah perusahaan. Seorang auditorlah yang menjadi fungsi pengendalian kekhilafan seorang akuntan dalam menyajikan sebuah laporan keuangan.


Peran seorang auditor tidaklah mudah, keandalan dan pemahaman luas yang harus dimiliki terlebih harus bersikap independen dan memagang teguh kode etik sebagai auditor. Komitmen ini yang pada akhirnya menjadi sebuah tugas mulia bagai seorang auditor terlepas dari profesi tersebut diberikan upah.

Auditor bukan seorang dewa yang semua ucapannya benar, seorang auditor hanya melihat keadaan perusahaan berdasarkan laporan keuangan perusahaan itu sendiri. Perusahaan harus mampu menjalankan usahanya dalam garis kode etik usaha. Keadaan ini bermanfaat untuk mencari minat terhadap investor dan menjadikan perusahaan yang tata kelolanya baik.

Semakin besar usaha semakin besar peluang kecurangan bisa terjadi di dalam sebuah perusahaan, pengaturan setiap kegiatan harus dibakukan oleh sebuah SOP (Standard Operating Procedure). Jika semua kegiatan dilakukan sesuai SOP mungkin akan sedikit persentase kecurangan yang dilakukan dalam sebuah perusahaan. Seorang auditorlah yang menjadi fungsi pengendalian kekhilafan seorang akuntan dalam menyajikan sebuah laporan keuangan.

Profesi seorang auditor menjadi vital bagi perusahaan, hal ini jelas adanya bagaimana semua keadaan perusahaan menjadi baik dan tugas auditor menjadi sangat kecil. Setiap opini yang dituangkan dalam sebuah audit adalah pengembangan usaha serta wawasan dalam pengelolaan usaha.

Opini yang dikeluarkan seseorang audit merupakan dengan cara objektif bukan opini bebas tanpa dasar melainkan opini yang dibentuk berdasarkan sumber bukti, kriteria, pengetahuan, dan judgement dengan cara profesional. Opini audit itu dipandang sangat berharga karena diserahkan oleh pihak yang dianggap profesional, adil serta bebas lewat analisi laporan keuangan perusahaan.

Seseorang auditor juga manusia, dapat saja mengalami kondisi malas, acuh, ataupun ceroboh, tetapi hal ini dipecahkan oleh profesionalisme suatu pekerjaan menjadi komitmen yang harus dipegang oleh seseorang pengaudit dalam melaksanakan tugasnya. Keadaan yang menyangkut mood pribadi disampingkan oleh tanggung jawab serta profesionalisme dalam mengemban suatu profesi.

QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.