Kemperin Minta Pembuat Isu Hoax Galon Guna Ulang Hormati Pemerintah


Kementerian Perindustrian (Kemperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Standardisasi Nasional (BSN), sudah menyatakan produk air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemperin, Edy Sutopo, meminta pembuat isu hoax yang menyampaikan produk galon guna ulang berbahaya untuk kesehatan, menghormati apa yang sudah disampaikan pemerintah.

“Jadi, kami meminta agar seluruh pihak termasuk pembuat isu hoax galon guna ulang mau menghormati pemerintah yang berwewenang untuk keamanan pangan,” ujar Edy Sutopo, pada acara Tadarus Teknologi bertema “Darurat Sampah Plastik Mengancam Negeri” yang ditayangkan di NU Channel, Selasa (2/6/2021).

Edy menjelaskan, pemerintah telah melakukan regulasi untuk menjamin kemasan plastik yang digunakan sebagai wadah makanan dan minuman itu Tara Pangan. Selain itu, Tara Pangan terhadap AMDK galon guna ulang itu juga diberlakukan SNI wajib.

“Untuk mendapatkan SNI wajib, pelaku usaha itu harus mempunyai sistem manajemen mutu. Kemudian, juga dilakukan audit mulai dari prosesnya sampai ke produknya, dan dipastikan tidak ada migrasi zat-zat kimia dari galonnya,” imbuhnya.

Acara Tadarus Teknologi bertema “Darurat Sampah Plastik Mengancam Negeri” yang ditayangkan di NU Channel

Menurut Edy, dari sisi aspek mikrobiologi, kimiawi maupun fisika, itu telah dipertimbangkan oleh para ahli. “Karena memang, dalam penyusunan SNI itu semua pihak dilibatkan, baik dari produsen AMDK, konsumen, dan para pakar. Jadi, produk ini telah dijamin keamanan kesehatannya bagi masyarakat,” ucapnya.

Edy menuturkan sekitar 60% pasar dari AMDK itu adalah galon isi ulang. Tapi, katanya, sampai saat ini belum ada laporan kasus dengan kesehatan. “Artinya, penggunaan galon guna ulang ini sudah cukup lama, sejak 1984 sampai saat ini belum ada kasus yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.

Edy meminta seluruh industri AMDK saat ini supaya fokus menghadapai adanya persaingan dengan negara lain yang semakin ketat. “Jadi musuh kita itu bukan sesama pelaku usaha di dalam negeri. Karena ini kenyataan. Kita tidak boleh mengabaikan produk-produk yang banyak masuk. Justru ini yang harus menjadi perhatian kita terutama yang produk-produk jadi. Jika mau bersaing dalam bisnis, bersainglah di sisi lain, mutu dan efisiensi,” ucapnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), Rachmat Hidayat, mengatakan ada ancaman kurungan 5 tahun penjara bagi industri yang tidak mengikuti aturan SNI seperti yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi tidak main-main. Karenanya, kami jamin AMDK yang legal di pasar tidak ada yang tidak memiliki SNI. Itu pun wajib diaudit minimum setahun sekali pabriknya,” tukasnya.

Tulisan SNI itu, menurut Rachmat, bisa dibaca konsumen di kemasan plastik air minumnya. Selain itu, izin edar BPOM wajib dicantumkan, yakni berupa deretan angka dan diawali dengan huruf MD. “Jadi, konsumen perlu memperhatikan hal-hal itu. Kalau tidak ada itu, bisa dipastikan produk itu ilegal dan kemananannya tidak dijamin,” ungkapnya.

Karenanya, Rachmat menegaskan, produk AMDK itu adalah produk yang sangat serius dalam memperhatikan keamanan produknya untuk dikonsumsi oleh masyarakat dari berbagai lapisan berbagai usia. Industri AMDK juga dalam setiap kemasannya ada kontak pelanggan.

“Jadi kalau ada rasa was-was atau ragu-ragu terhadap produk yang digunakan, para konsumen bisa menelepon langsung ke nomor kontak tersebut,” katanya.

Sumber : Berita Satu

QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.