Kadin Keluhkan Pemda Sumedang Tak Berpihak ke Pengusaha Lokal


Pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Sumedang mengeluhkan keadaan usaha di Sumedang. Mereka menyangka saat ini sudah tidak aman serta nyaman, sebab tidak hanya mesti bersaing dengan sesama pengusaha lokal, juga dengan para pengusaha dari luar yang ‘dibawa’ ke Sumedang.

“Hari ini Kadin Sumedang. Sebab di Kadin terdapat bidang jasa konstruksi, berencana mengundang para pengurus Asosiasi Jasa Konstruksi yang terdapat di Kabupaten Sumedang untuk membahas kasus yang terjadi di dunia jasa konstruksi. Banyak hal. Mengapa Kadin jemput bola mengumpulkan para ketua asosiasi, sebab memanglah yang terjadi benar benar yang dialami oleh para pengusaha jasa konstruksi. Berusaha di jasa konstruksi tidak nyaman, apalagi tidak aman,” tutur Edi Rustandi, berlaku seperti Wakil Ketua Bidang Kontruksi serta Infrastruktur pada Kadin Kabupaten Sumedang di Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang Jalan By Pass Sumedang, Kamis, 12 September 2019.

Dicontohkan Edi, pada proses pelelangan yang terjadi beberapa waktu lalu di dinas, SKPD yang ada di Kabupaten Sumedang. Para pengusaha lokal harus bersaing, baik dengan sesama pengusaha lokal juga peungusaha yang dari luar Sumedang.

Meski pun sebut Edi, secara aturan para pengusaha luar Sumedang, sah-sah saja mengikuti tender di Sumedang. Justru para pengusaha lokal itu berharap adanya empaty dari Pemerintah Daerah Sumedang untuk dapat melindungi pengusaha lokal.

“Cik kumaha carana pemerintah daerah memikirkan juga bagaimana caranya berpihak pada pengusaha Sumedang. Entong di los kitu wae. Yang namanya Pokja juga itu perangkat Pemda, cik kumaha lah berpihak pada pengusaha kita, jangan hanya dilihat saja. Data di dinas dinas, PU yang lebih dominan, itu banyak yang hanya mungkin 1 miliar ke bawah banyak pengusaha luar yang menang. Padahal saya yakin, Pemda termasuk perangkatnya termasuk Pokja bisa bagaimana caranya agar pengusaha lokal yang menang.”

“Kenapa saya bicara begini karena di Kabupatem lain terjadi. Hese pengusaha luar masuk ke kabupaten mereka, tapi kenapa pengusaha luar masuk ke kita sangat mudah. Ada juga sebenarnya yang membawa dari luar ke sini,” tandasnya.

“Sebetulnya secara aturan tak melanggar. Tapi kan kita ada otonomi daerah bagaimana Pemda itu memberdayakan pengusaha daerah. Bagaimana urang Sumedang mau sejahtera, berdaya, lamun misalna sekarang proyek saja di bawa keluar. Itukan fungsi pemerintah membina dan menertibkan meskipun aturannya boleh siapa pun,” ungkapnya.

Selain diadang pengusaha luar yang mengambil jatah mereka pada proyek yang berada di bawah kisan Rp 5 Miliar. Ternyata para pengusaha jasa konstruksi ini pun mengeluhkan adanya aturan yang memberatkan mereka.

“Misalnya ada, aturan yang menyatakan ketika pada saat pelelangan muncul dua perusahaan yang terkoreksi. Itu dua perusahaan itu harus ditandingkan kembali dilelangkan kembali jadi dipersaingkan kembali, penawaran baru lagi,” ungkapnya.

Para pengusaha menilai hal itu sangat memberatkan, mereka pun hawatir adanya aturan semacam itu justru akan berdampak pada implikasi negatif proyek yang akan dikerjakan. Karena sebut Edi, para pengusaha sudah tidak berpikir realitis, dan logika.

“Rek nawar sabaraha oge nu penting saya meunang. Ini terjadi di Sumedang, sampai ada penawaran hasil RA (repeat auction) itu sampai ada penawar yang 30 persen jamping dan menang. Oleh Pokja itu dimenangkan. Pokja tidak lantas mengoreksi bahwa ini tidak layak, tidak realistis, pokokna mah adminitrasi lengkap penawaran sabaraha oge meunang,” jelasnya.

Para pengusaha konstruksi ini juga berkeinginan Pemda Sumedang bisa berpihak pada pengusaha lokal, terutama buat proyek- proyek kecil di bawah Rp 5 Miliar agar dapat digarap oleh para pengusaha lokal.

“Termasuk juga ada benar bahwa yang namanya APBD, APBD Provinsi ataupun APBN legal perusahaan dari mana juga. Tetapi barangkali cik atuh ari proyek nu laleutik mah anu di bawah 5 miliar anu kategori kecil buat kitalah orang Sumedang,” harapnya.

QFS Indonesia merupakan salah satu Penyedia Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami