FGV menambahkan tangki penyimpanan di tengah permintaan yang meningkat


FGV Holdings Bhd telah memperluas fasilitas bulkingnya melalui tambahan 15 tangki penyimpanan minyak nabati baru dengan total 35.600 ton yang berlokasi di Johor dan Selangor untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat serta untuk mendukung program biodiesel B20 nasional.

 

Penanam yang merupakan salah satu produsen minyak sawit mentah terbesar itu mengatakan, dari enam tangki yang sudah beroperasi, empat tangki berada di Pasir Gudang, Johor, dengan kapasitas penyimpanan gabungan 10.400 ton dan dua tangki lainnya dengan kapasitas gabungan 5.200 ton berlokasi di Port Klang, Selangor.

Grup menambahkan bahwa saat ini sedang membangun sembilan tank yang tersisa di Tanjung Langsat, Johor, yang diharapkan selesai pada kuartal ketiga 2021. Grup tersebut mengatakan sembilan tangki penyimpanan akan memiliki kapasitas gabungan 20.000 ton.

FGV mengoperasikan fasilitas bulking dan storage melalui anak perusahaannya, FGV Johor Bulkers Sdn Bhd (FJB), yang menangani 25% dari total ekspor minyak sawit Malaysia. Anak perusahaan ini menyediakan solusi ruang tangki yang cukup bagi pedagang minyak nabati internasional untuk menjalankan bisnis secara efektif secara global.

CEO grupnya Datuk Haris Fadzilah Hassan (gambar) mengatakan tangki tambahan menandakan keahlian grup dalam menangani produk minyak nabati yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan karena dilengkapi dengan sistem terkomputerisasi penuh, kontrol kuantitas dan kualitas yang ketat, langkah-langkah keamanan dan keselamatan yang ketat dan fasilitas penerimaan-penyimpanan-pengiriman yang komprehensif.

FJB adalah salah satu terminal dengan perlengkapan paling baik yang menangani semua jenis penyimpanan dan kebutuhan pergerakan kargo,” katanya dalam pernyataan itu. Ke depan, Haris Fadzilah mengatakan grup tersebut berencana untuk memperluas bisnis bulkingnya secara global dan saat ini sedang menjajaki opsi yang paling memungkinkan. FGV memiliki salah satu fasilitas penyimpanan minyak nabati terbesar di dunia dengan total kapasitas lebih dari 1,1 juta ton melalui 12 terminal cair yang berlokasi di Malaysia, Indonesia dan Pakistan. Grup tersebut mengatakan FJB diharapkan menangani lebih dari 80.000 ton bahan kimia dasar per tahun di fasilitas khusus di Tanjung Langsat pada tahun 2021 seiring dengan meningkatnya permintaan.

“Pada 2019, FJB menandai momen bersejarah ketika perusahaan memberanikan diri menangani bahan kimia dasar sejalan dengan strateginya untuk memperluas bisnis grup di luar minyak nabati. “Anak perusahaan juga mengoperasikan dua gudang untuk penyimpanan pengupas inti sawit (PKE), cangkang sawit (PKS) dan biji-bijian,” katanya. Gudang berlokasi di Pasir Gudang, Johor dan Kuantan, Pahang dengan luas masing-masing 252.683 sq ft (23.475 sq m) dan 179.611 sq ft. Dikatakan gudang baru dengan luas 59.200 kaki persegi untuk kargo kering juga akan dibangun di area pelabuhan Pasir Gudang dan diharapkan selesai pada tahun 2021 untuk memenuhi permintaan dari negara-negara lokal dan tetangga.

“FJB bertindak sebagai pusat independen satu atap untuk penyimpanan dan penanganan minyak nabati, oleokimia, biodiesel, PKE, PKS, biji-bijian dan bahan kimia dasar melalui kapal, tanker jalan dan jaringan pipa di semua pelabuhan utama termasuk Pasir Gudang, Tanjung Langsat, Port Klang , Kuantan, Lahad Datu dan Sahabat, Sabah di Malaysia dan Palembang di Indonesia. “FJB terakreditasi dengan ISO 9001 (Quality Management), ISO 22000 (Food Safety), ISO 14001 (Environment), OHSAS 18001 (Safety), ISO / IEC 17025 (Laboratory), ISCC (Carbon Control), GMP + B3 (Warehouse) dan disertifikasi sebagai Halalan-Toyyiban dan KOSHER.

 

QFS Indonesia merupakan salah satu Penyedia Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan
hubungi kami