Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengatakan, Indonesia mempunyai banyak produk UKM pangan yang berpotensi ekspor, yang masih dapat terus dimaksimalkan. Kemendag mengidentifikasi standardisasi dan sertifikasi produk UKM pangan harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan potensi ekspor dari sektor tersebut.
Hal ini disampaikan Sekjen PEN Kemendag Kasan saat membuka lokakarya diversifikasi dan adaptasi produk ekspor ‘Pentingnya Sertifikasi Keamanan Pangan bagi Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor’, Jakarta, Jumat (9/4).
Lokakarya berlangsung secara virtual dan diikuti lebih dari 500 peserta yang merupakan para perwakilan perdagangan RI di luar negeri, perwakilan K/L, pelaku usaha, dan mahasiswa.
“Diharapkan lewat lokakarya ini, para peserta bisa memahami pentingnya sertifikasi keamanan pangan, khususnya bagi UKM berorientasi ekspor sehingga menambah daya saing di pasar global,” kata Kasan dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (9/4).
Presiden Joko Widodo memberikan beberapa penugasan kepada Kemendag, salah satunya peningkatan ekspor. Untuk itu, Kemendag sudah menetapkan strategi, di antaranya mendorong dan mendukung UKM ekspor lewat peningkatan daya saing dari segi kualitas, desain, kemasan, dan sertifikasi produk ekspor.
Lebih rinci, strategi peningkatan daya saing lewat sertifikasi produk dilakukan dengan jalan memfasilitasi para UKM ekspor memiliki sertifikasi pangan yang diisyaratkan sehingga produk tersebut memiliki akses pasar.
Kasan menyampaikan, Indonesia adalah negara eksportir produk makanan dan minuman terbesar ke-8 dunia. Namun demikian, Indonesia masih mempunyai peluang untuk terus meningkat lewat pemenuhan sertifikasi yang disyaratkan negara tujuan.
“Selain itu, kami juga fasilitasi pelaku ekspor lewat promosi produk pangan, seperti keikutsertaan dalam pameran, baik secara fisik ataupun digital agar produk pangan Indonesia bisa menembus pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Fasilitasi Industri dan Organisasi Publik BSN Tegar Eka Pragipta menyampaikan, sertifikasi standar nasional Indonesia atau SNI keamanan pangan penting bagi UKM mamin dalam mendukung ekspor. Sertifikasi adalah hasil dari penerapan standar.
Penerapan stadardisasi bertujuan untuk memberikan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan. Serta kepastian berusaha, kemampuan pelaku usaha, hingga kemampuan inovasi teknologi.
Tak hanya sertifikasi, terdapat urgensi dan implementasi proses pendampingan teknis sertifikasi keamanan pangan bagi UKM pangan potensi ekspor. Menurutnya sertifikasi keamanan pangan harus menjadi perhatian UKM pangan berorientasi ekspor karena menjadi persyaratan dalam menjalankan bisnis di seluruh rantai pasokan makanan. Selain itu, untuk membantu UKM pangan agar konsisten menghasilkan makanan berkualitas dan memenuhi spesifikasi negara tujuan.
Kepala ITPC Chicago Amerika Serikat Iska Huberta Sinurat menjelaskan, sertifikasi keamanan pangan di negara tujuan penting untuk kegiatan ekspor. Indonesia memang dikenal mempunyai produk pangan yang bekualitas di AS.
Namun demikian, produk pangan yang masuk ke Amerika Serikat harus mempunyai sertifikasi US Food and Drug Administration (FDA) dan sertifikasi United States Department of Agriculture (USDA) untuk produk organik.
Pada 2020, negara tujuan ekspor utama mamin Indonesia yaitu Amerika Serikat senilai US$923,42 juta pangsa pasar 21,29%, Filipina senilai US$594,55 juta (13,71%), Malaysia dengan nilai US$308,71 juta (7,12%), China senilai US$274,76 juta (6,33%), dan Singapura dengan nilai US$229,26 juta (5,29%).
Sementara, produk mamin utama Indonesia dengan nilai ekspor terbesar adalah udang dalam kaleng dengan jumlah 10,62% dari total ekspor mamin, wafer (7,31%), bahan makanan (6,84%), mie instan (6,26%), kopi instan (5,95%).
Selain itu, Indonesia juga mempunyai komoditas mamin unggulan ekspor dengan pasar yang kuat, seperti sarang burung walet yang menjadi peringkat ke-1 dunia; bubuk cengkeh peringkat ke-1, olahan dengan dasar kopi peringkat ke-1, mentega kakao peringkat ke-3, udang kaleng peringkat ke-3, serta pasta dan mie instan peringkat ke-4.
Sumber : Valid News
QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah
Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.