Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Komite Keselamatan Konstruksi melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti kecelakaan kerja di proyek tol Cibitung-Cilincing, dan tetap menargetkan konstruksi proyek ini rampung tepat waktu.
Kepala BPJT Danang Parikesit menerangkan sebagai tindak lanjut adanya kejadian kegagalan konstruksi sistem scaffolding pile head pada kecelakaan kerja tersebut, proses evaluasi bersama Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR sudah dilakukan pada 19 Agustus 2020.
“Evaluasi itu mencakup evaluasi detail dan perbaikan terhadap perencanaan teknis sistem scaffolding yang digunakan, standar operasional orosedur [SOP] pengendalian dan pengawasan oleh kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi,” ujarnya.
Danang menambahkan meski sudah terjadi kecelakaan kerja, proyek jalan tol Cibitung–Cilincing ditargetkan tetap bisa diselesaikan konstruksi dan bisa dioperasikan sesuai target pula yakni pada Maret 2021.
Pihaknya sudah mengingatkan kepada BUJT dan kontraktor agar pelaksanaan konstruksinya harus tetap memenuhi standar mutu hasil pekerjaan, sesuai ketentuan persyaratan dan spesifikasi teknis jalan tol dan memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sebelumnya pemegang konsesi proyek jalan tol Cibitung-Cilincing, PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways, mengaku telah menghentikan pekerjaannya selepas terjadinya kecelakaan kerja di seksi 4 pada 16 Agustus 2020.
Thorry Hendrarto, Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), menerangkan pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi.
“Saat ini pelaksanaan konstruksi sementara masih dihentikan. Kami masih menunggu rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi,” ujarnya, Jumat (28/8/2020).
Thorry menerangkan perseroan sebagai badan usaha jalan tol, bersama dengan kontraktor dan konsultan supervisi, masih terus melakukan evaluasi, kajian dan penyusunan rencana tindakan perbaikan dan pencegahan. Langkah ini diambil agar kejadian kecelakaan kerja yang sama tidak terulang.
Sementara itu, untuk target penyelesaian proyek jalan tol ini masih dievaluasi. “Tetapi, sejauh ini kami belum akan mengubah target penyelesaian keseluruhan proyek jalan tol Cibitung–Cilincing.”
QFS Indonesia merupakan salah satu Penyedia Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah