Udara Tercemar, Puluhan Warga Tenjo Terjangkit Ispa

Tiap hari kurang lebih 50 orang masyarakat Kecamatan Tenjo terus berdatangan ke Puskesmas Tenjo. Mereka ialah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Kepala Puskesmas Tenjo, Dr. Hendrayati, mengatakan, penderita yang berdatangan ke Puskesmas Tenjo telah banyak. Mayoritas dari mereka mengeluhkan kendala pernafasan.

“ Masyarakat yang terdampak dari bermacam golongan, yakni, kanak- kanak sampai orang berusia, tetapi lebih banyak dari kanak- kanak yang berumur 6 hinga 7 tahun ataupun anak umur sekolah,” kata.

Yanti menambahkan, walaupun tiap harinya ada yang terserang Ispa, akan tetapi tidak ada kenaikan jumlah pengidap Ispa ini, yang kita takut kan merupakan penyakit dari seremonia. Tetapi sampai saat ini penyakit itu belum ada.

“Seremonia adalah penyakit ispa akut yang tidak tertangani, tapi penyakit tersebut belum ada. Pihak puskesmas terus malakukan pencegahan melalui sosialisasi. Dari pasien yang berobat ke Puskesmas Tenjo, berasal dari warga Desa Tenjo, Desa Babakan, Desa Singabraja dan Desa Cilaku,” imbuhnya.

Menurut keterangan kepala Desa Babakan Suwardi Wadin, ia mengatakan dampak polusi debu berasal dari pengerjaan jalan yang masih berjalan tahap dasar. Proyek pengerjaan jalan, dilakukan dengan pengecoran di Jl. Raya Manunggal XIX, Desa Babakan Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.

“Adanya proyek pengecoran itu kita selalu menghirup debu setiap saat. Bahkan, warga sekitar sudah banyak yang mengeluh dan memprotes ke kantor pemerintah Desa Babakan, tidak hanya warga, debu akibat coran itupun mengganggu siswa yang sedang belajar,” ungkapnya.

Wadin melanjutkan, sekolah SD dan SMP disini pun ikut terganggu proses kegiatan belajarnya, hal itu dikarenakan debu yang masuk ke lingkungan sekolah.

“Debu dari bahan dasar coran jalan bisa membahayakan, karena menggunakan bahan berbahaya, khawatir terkena Ispa. Dari pihak proyek penyedia jasa kontruksi, agar segera melakukan penanganan,” tegasnya.

Sementara itu Plt Kasubag UPT Unit Jasinga Muhamad Rohmat mengatakan debu itu berasal dari bahan dasar pengerjaan coran, bukan dari coran jalan yang sudah jadi.

“Saya sudah membuat laporan ke Pimpinan hingga Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Kita juga sudah melakukan pengecekan kelokasi, melalui pengamat lapangan dari UPT Jasinga, dan sudah meminta kepada penyedia jasa kontruksi proyek, agar mereka melakukan penyiraman jalan,” pungkas M. Rohmat Plt Kasubag UPT Jasinga.

QFS Indonesia merupakan salah satu Penyedia Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami