Sentra IKM Rendang Payakumbuh Didorong Jadi Inkubasi Wirausaha


Kementerian Koperasi dan UKM terus memacu sentra industri kecil dan menengah (IKM) rendang di Payakumbuh untuk menjadi wadah inkubasi kewirausahaan dan juga mewujudkan modernisasi koperasi.

Lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menyebutkan hal itu tak lepas dari realita di mana sentra IKM rendang di Payakumbuh dapat menghimpun puluhan UMKM produsen makanan khas Minang itu dalam suatu wadah koperasi dan mempunyai rumah produksi bersama.

Bahkan, Arif menyebutkan sentra produksi dalam naungan UPTD Pusat Pengembangan dan Pelayanan Rendang (P3R) Kota Payakumbuh, Sumatra Barat itu dapat memasarkan rendang mulai dari pasar domestik sampai ekspor bumbu rendang ke Arab Saudi.

Ia menerangkan semestinya Sentra IKM Rendang di Payakumbuh bisa mencontoh Selandia Baru dimana koperasinya fokus pada peternakan sapi sehingga pasar global terkait komoditas itu bisa dikuasai.

“Ini menunjukkan jika kita fokus pada suatu usaha, maka tingkat keberhasilan bisa sangat tinggi. Mudah-mudahan ini dapat dikembangkan lagi dengan teknologi menuju usaha yang lebih profesional,” ungkap Arif, Minggu (18/4).

Provinsi Sumatra Barat, khususnya Payakumbuh dengan rendang sebagai ikon kuliner juga ia yakini setidaknya mampu menguasai pasar domestik karena bisa diterima masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Ia juga menerangkan, Kemenkop UKM mempunyai sejumlah kegiatan yang dapat disinergikan dengan pelaku UKM dengan potensi ekspor, salah satunya lewat Deputi Bidang UKM dengan harapan para pelaku usaha punya andil lebih besar pada PDB maupun ekspor.

“Deputi Bidang UKM ini juga punya tujuan utama yaitu menjadikan UKM naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada PDB maupun ekspor,” tegasnya.

Menjawab hal itu, Kadinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Wal Asri menegaskan Sentra IKM Rendang siap menembus pasar ekspor seiring diterimanya sertifikat ISO 22000 dan membuatnya menjadi satu-satunya sentra rendang dengan kelengkapan sertifikasi.

Kelengkapan sertifikasi tersebut, lanjut Wal Asri, dibutuhkan supaya produk yang dihasilkan dapat terjamin dan dapat menembus pasar internasional. Berbagai sertifikasi yang diraih oleh Sentra IKM Rendang itu sendiri juga tidak lepas dari dorongan dan perjuangan Pemkot Payakumbuh.

“Untuk tahun lalu, kita sudah dapat sertifikat izin edar untuk sembilan varian produk rendang, sertifikat halal, sertifikat daya simpan dengan masa kedaluwarsa 14 bulan, dan sertifikat keamanan pangan HACCP,” tandas Wal Asri.

Tidak hanya itu, Wal Asri menyebut pihaknya juga sudah menyelesaikan proses sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner sebagai bukti tertulis yang sah terkait telah terpenuhinya syarat dan standar higenitas dan sanitasi.

“Hal itu adalah kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan. Selanjutnya juga tengah diselesaikan sertifikat SNI,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif mengatakan, potensi yang ada pada Sentra IKM Rendang di Payakumbuh terlihat dari peralatan produksi yang lengkap dan sudah teragregasinya UMKM dalam satu wadah koperasi. Untuk itu, pemerintah mengupayakan Sentra IKM Rendang tersebut menjadi lembaga inkubasi koperasi modern.

“Selain itu dapat juga jadi inkubasi wirausaha dan sejalan dengan upaya Kemenkop UKM untuk menciptakan wirausaha muda produktif,” kata Arif.

SumberĀ  : Valid News

QFS Indonesia merupakan salah satu Badan Sertifikasi ISO, Akan membantu Bisnis dan Organisasi Anda dalam menerapkan dan tersertifikasi ISO dengan proses mudah

Mau Proses Sertifikat ISO dengan Proses Mudah, Valid Absah Plus bisa dapat Dokumen Pendukung ISO serta Pelatihan ISO ?
Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi kami.