Kontraktor Trenggalek Keluhkan Aturan Lelang


Kalangan kontraktor di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menanggung banyak keluhkesah berhubungan aturan baru yang dilakukan pihak Unit Layanan Pengadaan( ULP) setempat.

Alasannya, ULP dianggap sangat melebih- lebihkan saat menerbitkan aturan seperti halnya persyaratan dukungan yang tidak boleh ganda dengan paket pekerjaan yang lain.

“ Masak kita pakai alat berat pada satu paket pekerjaan serta mereka tidak mengizinkan dukungannya itu digunakan untuk paket yang lain,” tutur Bayu Mardi salah satu rekanan pekerjaan di Trenggalek, Senin,( 12/ 8).

Laki- laki yang sudah puluhan tahun bergelut di bidang jasa kontruksi ini memanglah mengakui sekarang dengan aturan baru dari ULP menjadikannya semakin tidak mengerti arti serta tujuan aturan baru itu.

“ Ingin ikut tender jelas terhalang persyaratan itu,” ketusnya.

Ia juga mengatakan persyaratan yang lain, ULP tidak mengizinkan dukungannya dipakai pada paket yang lain. Semacam permasalahan Theodolit, yang digunakan untuk perlengkapan ukur tanah. Pihak ULP pun juga tidak bisa digunakan untuk lebih dari satu paket pekerjaan.

“ Ini berarti dipakai untuk memastikan tinggi tanah dengan sudut mendatar serta sudut tegak. Lalu jika paket di Trenggalek ada ratusan bagaimana cara memperolehnya,” ucapnya.

Saat ini dirinya bersiap akan melayangkan keluhan pada asosiasi rekanan yang menaunginya bertugas selama ini ialah Gapensi.

“ Kita hendak bertanya dahulu ke asosiasi aturannya begini sekarang,” keluhnya.( ham)

Kami QFS Indonesia, Badan Sertifikasi ISO merupakan Penyedia Penerbitan Sertifikasi ISO Akreditasi IAS di Indonesia. Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami