Konsumen Makin Kritis Jadi Salah Satu Tuntutan, Garudafood Sehati & Undip Gelar Workshop ISO 22000


TRIBUNJABAR.ID — Tuntutan industri makanan dan minuman untuk dapat bersaing di pasar global terus meningkat, salah satunya berasal dari konsumen yang semakin kritis terhadap pangan yang dikonsumsi.

 

Tanpa disadari, standar kualitas mutu pangan menjadi prioritas dan mempengaruhi keputusan dalam membeli sebuah produk.

Hal ini yang mendorong industri makanan dan minuman untuk wajib memiliki sertifikasi berstandar internasional misalnya International Organization for Standardization (ISO).

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang telah tersertifikasi yakni ISO 22000.

Ini merupakan wujud komitmen Garudafood dalam melindungi konsumen dengan menyajikan produk yang berkualitas sesuai dengan standar internasional.

Ditemui di sela workshop “Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000” yang diselenggarakan oleh Unversitas Diponegoro, Semarang, Jumat (22/3/2019), sesuai dengan rilis yang diterima Tribun Jabar, Minggu (24/3), relawan duta Garudafood Sehati memaparkan tentang ‘Penerapan ISO 22000 tahun 2018 di dunia FMCG (Fast Moving Consumer Goods)’.

 

Workshop yang diikuti oleh 40 orang mahasiswa tingkat akhir jurusan teknik industri ini berisi tentang tata cara penyusunan dokumen ISO; pelaporan dokumen ISO serta diskusi case study terkait ISO 22000 di dunia industri makanan dan minuman.

 

Seluruh mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan mereka dilatih langsung untuk menyusun dokumen sederhana kemudian melakukan presentasi atas apa yang telah mereka rancang.

 

Workshop yang digagas Garudafood Sehati sebagai perseroan yang saat ini telah melakukan penjualan ekspor ke lebih dari 20 negara dengan fokus pada negara-negara ASEAN (China dan India), ini dilakukan agar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang proses sertifikasi ISO 22000 mulai dari persiapan hingga penyusunan dokumen yang diperlukan.

Melalui program ini, Garudafood Sehati yang merupakan perusahaan makanan dan minuman yang berdiri pada 1990 namun telah berkegiatan usaha sejak 1979, itu mengharapkan dapat mengedukasi generasi penerus bangsa tentang penerapan sistem kualitas & mutu pangan yang memenuhi standar internasional.

 

“Kesempatan kali ini, kami memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang ISO 22000 mulai dari definisi teori, penyusunan dokumen, persyaratan hingga membedah case study yang terjadi di dunia makanan dan minuman.

Kami juga mengajak mahasiswa untuk praktik langsung menyusun dokumen ISO 22000. Dalam memahami ISO 22000 ini, tidak cukup hanya 1 kali pertemuan ini saja, ISO 22000 sangatlah kompleks; mahasiswa diharapkan untuk dapat lebih aktif melatih diri sendiri melalui contoh-contoh kasus, training ataupun PKL (praktik kerja lapangan). Workshop kali ini akan menjadi modal dasar bagi para mahasiswa untuk meningkatkan soft skill dan pemahamannya di bidang ISO 22000,” ujar Ernawati, Quality Assurance Garudafood. (*)

 

Kami QFS Indonesia, Badan Sertifikasi ISO merupakan Penyedia Penerbitan Sertifikasi ISO Akreditasi IAS di Indonesia. Untuk Informasi lebih lanjut, silhakna hubungi kami